Syarat bagi
ketenangan hati ialah keperluan asasinya diisi yaitu iman. Orang yang
beriman akan mendapat kepuasan dengan hiburan yang berbekas di hati.
Hiburan yang sejati puncaknya adalah hati yang tenang. Syarat bagi ketenangan hati ialah keperluan asasinya diisi,
yaitu iman. Orang beriman akan mendapat kepuasan dengan hiburan yang
berbekas pada hati. Artinya, jika hati benar-benar disuburkan dengan
iman, maka hati pun akan terhibur. Inilah hiburan sejati bagi
orang-orang beriman:
- Berhubungan dengan Allah dengan sholat dan mendengar lantunan azan.
Rasulullah saw bersabda, " Wahai Bilal, tenangkan kami dengan azanmu."
Hanya dengan sholat , hati orang yang bertaqwa sudah terhibur
sebagaimana sabda Rasulullah saw: "Sejuk mataku di dunia dengan solat."
Hati orang-orang bertaqwa terhibur dengan sholatnya karena mereka
merasa seolah-olah sedang berbisik-bisik, bermesra, mengadu dan
merintih dengan kekasih hatinya. Siapa yang tidak merasa terhibur kalau
sudah bersama kekasih?
- Melaksanakan perintah Allah. Apabila melaksanakan perintah Allah,
orang-orang beriman akan terhibur kerana merasakan perintah itu
datangnya dari kekasih hati. Bila yang memerintahnya adalah kekasih,
apa lagi yang ingin disusah-susahkan? Kalau sudah cinta, lautan api
akan diseberangi. Puncak Himalaya akan sanggup didaki. Orang yang tidak
tahu menyangka mereka menderita tetapi sebenarnya mereka bahagia.
- Bergaul dengan banyak orang. Orang yang telah mendapat hibuan
sejati, sikapnya tenang. Bila bergaul dengan manusia, mereka terhibur
dan menghibur. Kasih sayang terpancar pada wajah, sikap dan tutur
katanya. Bagi orang beriman, kasih sayang dalam pergaulan memberi
hiburan yang sangat bernilai. Dia menyayangi dan disayangi. Sebaliknya,
manusia yang tidak mendapat hiburan sejati menjadi seorang pemarah,
pendendam dan emosional. Mereka tidak terhibur dan tidak dapat
menghibur. Dalam pergaulan, mereka selalu menyakiti orang lain karena
mereka mencoba mendapatkan 'hiburan' dengan melepaskan keresahan yang
ada dalam hatinya.
- Menerima ketentuan hidup dari Allah. Orang mukmin juga merasa
terhibur dengan warna kehidupan yang diberikan Allah. Hatinya
senantiasa bersangka baik dengan Allah. Hal itu yang membuatnya tidak
pernah merasa resah. Bila diberi nikmat, mereka terhibur lalu mereka
bersyukur. Diberi kesusahan mereka juga terhibur lalu mereka bersabar.
Bila sakit, terasa diberi kesempatan untuk mendapat ampunan. Hanya
badan yang sakit, tetapi hati tetap kuat dan sehat untuk mengingat
Allah. Bila sehat, terasa diberi rahmat.
- Melihat dan merenungi ciptaan Allah. Orang yang beriman juga akan
terhibur dengan melihat alam ciptaan Allah. Timbul rasa tenang, gembira
dan bahagia melihat pantai-pantai yang bersih, bukit yang menghijau,
laut yang berombak dan sebagainya. Melihat, mendengar dan berfikir itu
sudah cukup untuk merasakan keindahan Penciptanya.
Sebaliknya mereka yang tidak beriman atau lemah imannya memerlukan
hiburan luar yang sangat banyak. Walaupun sudah bermacam-macam jenis
hiburan yang dinikmati, tetapi hidup masih menjemukan. Mereka tidak
pernah puas karena apa yang mereka nikmati hanya hiburan palsu. Jika
iman sudah disuburkan di dalam hati, manusia tidak memerlukan hiburan
yang banyak seperti sekarang ini. Mereka cukup terhibur dengan membaca
al-quran, nasyid, lagu-lagu tanpa musik yang melalaikan, bershalawat
dan ibadah-ibadah yang lain. Semua itu sudah cukup untuk memuaskan
hati. Namun ini tidaklah berarti orang beriman menolak langsung
hiburan-hiburan dari luar diri.
Bagi mereka, hiburan luar itu boleh saja untuk lebih menyuburkan lagi
hiburan dari dalam diri, yakni iman, dengan syarat ia mematuhi syariat.
Alunan ayat suci al-Quran, nasyid yang mengagungkan Allah, shalawat
yang memuji nabi, puisi yang menghaluskan rasa kehambaan kepada Allah,
pasti akan semakin menyuburkan iman, sumber hiburan utama di dalam hati
orang yang beriman.
Inilah garis pemisah antara hiburan sejati yang dinikmati oleh orang
beriman dengan hiburan palsu yang melalaikan orang yang tidak beriman.
Inilah hakikat yang masih belum tersurat di mata masyarakat. Masih
banyak yang menganggap, jika Islam diterapkan, maka kehidupan akan
berubah menjadi suram dan murung. Tidak ada keceriaannya karena mereka
beranggapan bahwa Islam menolak hiburan. Tetapi kini, hal itu sudah
terjawab bahwa Allah swt telah menyediakan satu hiburan sejati kepada
para hamba-Nya.Hiburan yang dapat dirasakan di dunia lagi sebelum
hamba-Nya menikmati hiburan yang hakiki di akhirat.