
Manusia memiliki kepribadian yang beragam.
Kepribadian yang bermacam-macam itu memengaruhi pola interaksi manusia.
Dalam kancah pergaulan antarmanusia itulah, umat Islam harus
menunjukkan kepribadian yang muru'ah, yakni harga diri sebagai manusia yang beriman kepada Allah SWT.
Dan
sebagai orang beriman, harus terhindar dari segala perbuatan yang dapat
merendahkan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Harga diri yang tinggi
akan melekat pada diri kita, jika perbuatan yang rendah, hina, dan
nista itu kita tinggalkan jauh-jauh. ''Dan janganlah kamu merasa rendah diri dan bersedih hati, jika kamu orang yang beriman.'' (QS Ali 'Imran [3]: 139).
Di
hadapan mereka yang berusaha menghancurkan kebenaran hakiki di muka
bumi, kita dilarang keras oleh-Nya menunjukkan kelemahan dan duka cita.
Karena umat Islam memunyai derajat yang lebih tinggi daripada mereka,
selain juga pada hakikatnya adalah sebaik-baik makhluk yang diciptakan
Allah SWT.
Untuk itu, umat Islam harus terus memperkuat akidah
dan memperbanyak amal kerja nyata. Sebab, dengan akidah yang kuat, kita
akan memiliki pribadi muru'ah yang kuat pula. ''Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, merekalah makhluk yang
terbaik.'' (QS Al-Bayyinah [98]: 7).
Sikap yang gagah kepada para penolak kebenaran menunjukkan bahwa kita memunyai pribadi muru'ah
yang kuat, dan inilah bukti bahwa kita adalah sebaik-baik umat di
antara umat-umat yang lain. ''Kamulah umat terbaik yang muncul (di
tengah-tengah manusia). (Sifatmu) menyuruh kepada yang makruf, melarang
dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, niscaya hal itu baik bagi mereka. Sebagian (kecil) dari mereka
beriman dan kebanyakan fasik. (QS Ali 'Imran [3]: 110).
Islam
akan membawa umatnya hidup harmonis karena menuntun ke arah kebahagiaan
dunia dan akhirat. Fitnah bahwa Islam hanyalah ajaran tentang
keakhiratan, harus kita jawab dengan amalan yang konkret.