Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberi
petunjuk beharga bahwa perubahan seorang manusia, masyarakat, bangsa,
ataupun umat manusia secara umum sangat ditentukan bagaimana mereka
berusaha untuk melakukan perubahan tersebut. ''Sesungguhnya Allah tidak
akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang
ada pada diri mereka sendiri.'' (QS Ar-Ra'd [13]: 11).
Sejarah pun telah membuktikan. Sebuah bangsa
yang gigih dalam berjuang dan mengoptimalkan segala kemampuan dan
sumber daya yang dimiliki, akan menjadi bangsa yang besar dan maju.
Sebaliknya, bangsa yang hanya mengandalkan pinjaman dan belas kasihan
dari lembaga-lembaga 'rentenir', maka bangsa tersebut tak akan pernah
maju. Karena, bangsa seperti ini dengan mudah akan selalu diatur oleh
lembaga donor tersebut.
Bagi kita umat Islam, telah ada contoh nyata
dari Rasulullah SAW yang terlahir dalam keadaan yatim. Beliau berusaha
dan bekerja secara optimal hingga berhasil dan sukses menjadi pedagang
dalam usia yang relatif muda. Poin penting yang harus digarisbawahi
dari firman Allah SWT dan fakta kesuksesan di atas adalah kemandirian.
Kemandirian merupakan manifestasi dari keyakinan seseorang atau bangsa
untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya dengan tidak bergantung
pada orang atau bangsa lain. Kemandirian sangat menentukan berhasil
atau tidaknya dalam melakukan perubahan menuju kebaikan. Kemandirian
ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa dibarengi keberanian.
Kemandirian seseorang sangat ditentukan
bagaimana mereka mendapat didikan sejak dari kecil. Proses pembentukan
kemandirian pun dipengaruhi pula oleh sistem pendidikan di sekolah.
Sekolah yang selalu berorientasi pada hasil yang harus dicapai oleh
anak didiknya, menyebabkan kreativitas dan keberanian seorang anak
menjadi tumpul.
Namun sebaliknya, sekolah yang menghargai
proses yang telah dilakukan anak didiknya, dan terus memberikan
stimulus agar mereka berkreasi, akan lebih mudah menumbuhkan keberanian
dan kemandirian. Dalam konteks kekinian, sepertinya kemandirian sebagai
bangsa belum terwujud di Indonesia. Banyak hal yang berkaitan dengan
kehidupan ekonomi maupun hukum sangat kental dengan intervensi
kepentingan negara lain. Karenanya, jika kita mau bangkit menjadi
bangsa yang besar, maka mulailah dari sekarang, tumbuhkan kemandirian
kepada setiap anak bangsa ini. Tunjukkan kepada negara luar bahwa
bangsa ini memiliki kehormatan yang tidak bisa dibeli dengan sumbangan
apa pun.