| |
cepy's posts with tag: fundamentalis
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Fundamentalisme
dan neoliberalisme adalah dua kata yang berbeda. Keduanya bisa
bertentangan dan bisa saling bertemanan. Secara umum, fundamentalisme
berarti gerakan sosial-politik yang ingin mengembalikan suatu kondisi
kepada nilai-nilai yang asasi, yang fundamental.
Kendati
istilah itu bisa dikenakan kepada gerakan apa saja, ia lebih sering
disematkan kepada gerakan keagamaan. Dari sini kita mengenal istilah
"fundamentalisme Kristen," "fundamentalisme Hindu," dan
"fundamentalisme Islam."
Sementara itu, neoliberalisme adalah
sebuah fenomena sosial-politik yang biasanya dialamatkan kepada
sekelompok penguasa dan intelektual di Barat yang mendukung serta ingin
menghidupakan kembali gagasan-gagasan liberalisme klasik.
Neoliberalisme adalah kata lain dari "liberalisme baru." Neoliberalisme
kerap dianggap sebagai pendukung pasar bebas, ekspansi modal, dan
globalisasi.
Saya tidak tahu kapan mulanya dua istilah itu
disandingkan dan didiskusikan secara bersamaan. Tapi, akhir-akhir ini
banyak sekali pembicaraan tentang dua konsep itu. Umumnya, pembicaraan
mengarah kepada satu penilaian, yakni bahwa fundamentalisme dan
neoliberlisme merupakan ancaman bagi kehidupan manusia. Secara
simplistik, ancaman itu diteriakkan dengan menciptakan slogan seperti
"fundamentalisme agama dan fundamentalisme pasar."
Sebenarnya,
meletakkan fundamentalisme dan neoliberalisme dalam satu keranjang
tidaklah terlalu tepat. Seperti dikatakan di atas, dua istilah itu bisa
saling bertentangan dan bisa juga saling bertemanan. Di Amerika,
fundamentalisme Kristen dapat berkolaborasi dengan rezim neoliberalisme
pimpinan George Walker Bush. Kelompok-kelompok fundamentalis Kristen
seperti Moral Majority dan Evangelistic Association merupakan pendukung
setia Presiden Bush.
Namun di negara-negara berkembang,
fundamentalisme, baik Kristen maupun lainnya, cenderung bersikap kritis
terhadap neoliberalisme. Gerakan keagamaan di Amerika Latin, yang biasa
dikenal dengan sebutan "Teologi Pembebasan", adalah kelompok yang
paling rajin mengecam neoliberalisme.
Karena itu, orang sering
mengatakan bahwa kritik-kritik dan kecaman terhadap liberalisme baru
atau neoliberalisme sesungguhnya datang dari sisa-sisa semangat
Marxisme, baik yang hidup dalam gerakan-gerakan sosial kiri maupun
gerakan-gerakan keagamaan.
Perlu dicatat, ketika Marxisme dan
pemikiran sosialis masih berjaya (sekitar 1960-an), kaum agamawan
adalah salah satu kelompok yang paling bersemangat mendukung gagasan
sosialisme.
Dari sundut pandang itu, pertentangan
agama/fundamentalisme dengan neoliberalisme merupakan rejuvenasi dari
pertentangan klasik antara Liberalisme dengan Marxisme. Kendati
Marxisme semakin tidak populer pascaruntuhnya Uni Soviet, semangatnya
masih terus tumbuh dalam kelompok-kelompok keagamaan dan
kelompok-kelompok sosial berhaluan "kiri."
Bagi
kelompok-kelompok fundamentalisme agama (Islam khususnya),
anti-neoliberalisme bisa juga dijadikan argumen dan semangat baru untuk
menghidupkan gagasan "ekonomi syariah." Sementara bagi
kelompok-kelompok kiri, ini adalah momentum untuk menghidupkan
sisa-sisa Marxisme yang semakin dilupakan orang.
Karena itu,
sungguh tepat apa yang dikatakan David Horowitz bahwa kaum
fundamentalis dan kelompok kiri bisa saja saling bersatu dalam sebuah
"persekongkolan yang kotor" (unholy alliance).
| | |
|
|