
'Janganlah sampai kalian tidak mampu berdoa,
karena dengan doa tidak seorang pun akan binasa.'' (HR Al-Hakim). Doa
merupakan sumber energi dan harapan menuju kebahagiaan. Doa juga
menjadi salah satu jalan keluar bagi segala persoalan, sekaligus pintu
kesuksesan.
Bagi pendosa, doa merupakan tangga
pertobatan menuju ampunan Ilahi. Suatu ketika Khalifah Umar bin Khathab
bertemu dengan seorang anak kecil di sebuah jalan di tengah Kota
Madinah. Beliau menghampiri anak itu. Sambil membungkukkan badan, sang
Khalifah berkata kepadanya dengan penuh kasih sayang, ''Nak, berdoalah
kepada Allah yang Maha Pengasih agar merahmati kita semua.''
Para
sahabat heran dan berkata, ''Wahai Amirul Mukminin, bagaimana Anda
meminta kepada seorang anak kecil untuk berdoa kepada Allah. Padahal,
Anda adalah satu di antara sepuluh orang yang telah diberitakan Nabi
SAW sebagai penghuni surga.'' Umar menjawab, ''Aku memintanya berdoa
justru karena ia masih anak-anak (kecil), karena catatan Allah belum
berlaku atasnya, dan karena itu doanya dikabulkan. Sedangkan kita yang
telah dewasa, catatan Allah telah berlaku atas kita.''
Kisah ini
memberi pelajaran bahwa doa anak kecil itu tak sia-sia. Karenanya,
sejak dini, anak perlu dididik untuk mampu melafalkan doa meskipun ia
sendiri belum mengerti isinya. Khalifah Umar meminta anak kecil untuk
berdoa karena Nabi SAW suatu ketika pernah memberinya nasihat.
''Sungguh Allah itu Mahahidup dan Maha Pemberi. Dia malu --bila ada
seorang hamba yang menengadahkan kedua tangan kepada-Nya-- untuk
membiarkannya kembali dalam keadaan hampa, sia-sia.'' (HR Abu Dawud dan
At-Turmudzi).
Untuk itu, orang tua dituntut mampu menjadi
teladan bagi anak-anaknya dalam melaksanakan shalat berjamaah dan
berdoa. Kebersamaan orang tua dan anak menjadi sebuah media pendidikan
spiritual tersendiri.
Buah dari doa anak kecil kelak pasti
dipetik oleh orang tua sendiri, sesuai sabda Nabi SAW. ''Jika anak Adam
meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amal perbuatannya kecuali
tiga hal, yaitu sedekah jariah, ilmu yang terus dimanfaatkan, dan anak
saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.'' (HR Muttafaq alaih).
Anak kecil bukanlah semata-mata qurratu a'yun (penyejuk hati,
penenteram jiwa), melainkan juga aset masa depan orang tua. Jika sejak
kecil telah dibiasakan berdoa, maka kelak akan menjadi anak yang selalu
berbakti.
Bakti anak kepada orang tua menunjukkan kebahagiaan
dan keberhasilan dalam mendidik anak. Tiada kebahagiaan bagi orang tua
yang melebihi kebahagiaan anaknya yang tumbuh menjadi dewasa dan selalu
taat kepada Allah SWT dan berbakti kepada keduanya.