
Apakah pengikut Muhammad yang kali pertama
menyambut seruan agama ini terdiri atas orang-orang elite atau
orang-orang dhuafa? Begitu satu dari 10 pertanyaan Heraclius, raja
Romawi kepada Abu Sofyan bin Harb. Jawab Abu Sofyan, ''Mereka
kebanyakan dhuafa.'' Kemudian kaisar mengatakan begitulah pengikut para
rasul utusan Tuhan sebelumnya. ''Bila yang Anda katakan itu benar, maka
Muhammad akan menguasai tempat pijakan kedua telapak kakiku ini. Aku
semula mengira bahwa rasul yang diutus itu bukan dari kalangan kaum
kalian.
Seandainya aku tahu bahwa aku bisa bertemu
dengannya, aku akan datangi dia dan mencuci kedua talapak kakinya.''
(HR Imam Bukhari dari Abu Sofyan) Ironisnya, umat Muhammad pada hari
ini kurang dekat dengan kaum dhuafa bahkan cenderung mengabaikannya.
Sehingga, mereka kaum yang terpinggirkan dijadikan objek pemurtadan dan
dieksploitasi.
Padahal, menolong dan membela kaum yang lemah mustadh'afien
adalah tanda-tanda orang yang bertakwa (QS Al Ma'arij [70]:24-25).
Mengabaikan fakir miskin, tiada rasa empati serta kurangnya kepedulian
terhadap problem mereka, maka dianggap mendustakan agama (QS Al Maa'un
[107]:1-3). Mari kita berkaca lagi.