SIAPA MENULIS APA.........................

cepy's posts with tag: dekonstruksi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.

"Apakah yang bisa Aku ketahui?

"Apakah yang semestinya Aku lakukan?

"Apakah harapan yang bisa aku raih?

Pertanyaan pertama menyoal diri. Bagaimanapun seorang skeptis meragukan apapun, ia tidak akan bisa meragukan realitas (keberadaan) dirinya. Maka, sesuatu yang bisa kita ketahui adalah realitas diri kita sendiri.

Lalu, apakah realitas diri kita? Tidak syak lagi, bahwa setiap manusia memiliki masa lalu dan masa depan. Maka, pertanyaan yang lebih cermat adalah; Pertama, "Apakah masa lalu diriku?" Kedua, "Apakah masa depan diriku?"

Apapun yang kita lupakan tentang masa lalu, kita tidak akan lupa bahwa kita pernah tidak ada lalu dilahirkan. Detik pertama kelahiran itulah awal diri kita sebagai realitas.

Kalau saya teruskan, maka pertanyaan yang muncul berikutnya adalah "Apakah awal realitasku? Dengan demikian, buntut pertanyaan pertama itu berkaitan dengan sangkaan (sumber wujud).

Pertanyaan "Apakah masa depan diriku?" tidak beda dengan tiga pertanyaan tadi. Tentunya, menuntaskan masalah masa depan dan harapan kita, akan mengimplikasikan pertanyaan yang kedua, "Apakah yang semestinya aku lakukan untuk meraih harapan dan menyongsong masa depan itu?

Singkatnya, pertanyaan pertama menyoal masalah asal-usul realitas. Kedua menyoal masalah nasib atau akhir realitas. Dan ketiga menyoal cara hidup (way of life).

"Rahima-llah imra-an a'adda li nafsihi wasta'adda li ramsihi, wa 'alima min aina, wa fi aina, wa ila aina." Niscaya Allah swt mencurahkan rahmat-Nya kepada seorang hamba yang mempersiapkan diri dan lahatnya, serta ia tahu dari mana ia datang, di mana ia berada dan akan kemana ia pergi.(Ali Bin Abi Thalib RA)

Ali menggambarkan kehidupan manusia laksana perjalanan. Ada awal, ada akhir. Harus hidup berarti harus bergerak dari titik awal menuju titik akhir. Namun bergerak dalam kegelapan (kebodohan dan kemasabodohan) tak ubahnya meraba-raba, mereka-reka, penuh ragu dan gelisah. Siksaan itu menjadi semakin terasa tatkala kegelapan mengkaburkan titik awal. Anda tidak bisa lagi bergerak. Anda tidak bisa lagi berjalan. Dan, Anda pun tidak bisa lagi hidup. Anda sudah mati sebelum dimatikan. Sebut saja dunia ini living dead people, untuk tidak sekasar Scott menjuduli bukunya, The World, A Crowd of Sleepwalkers . Nasib anda tidak beda dengan sekawanan manusia yang memilih nihilisme atau bunuh diri, karena kegelisahan mereka dalam kegelapan titik akhir (makna dan tujuan hidup).

Titik awal itu sepenting titik akhir. Perjalanan jadi diam dan hidup jadi mati, hanya dengan kehilangan dan kekaburan salah satu titik. Ali sekali lagi menggeledah kalbu kita, Man lam ya'rif min aina ja-a, lam ya'rif lia aina yadzhab (dia yang tidak tahu dari mana datang, niscaya tidak akan tahu kemana akan pergi). Maka, semua bergantung pada manusia. Nasib dirinya dan dunianya ada di tangannya. Inilah tanggung jawab terhadap totalitas hidup; awal, akhir dan tengahnya.

Di akhir kontemplasi falsafi, Kant menyimpulkan, bahwa tiga pertanyaan itu pada dasarnya berasal dari satu permasalahan saja, yaitu "Apakah Manusia?" kesimpulan ini membebaskan masalah awal-akhir-tengah itu dari batasan waktu. "Apakah manusia? tidak hanya berlaku pada jaman modernitas dan globalisasi. Ia tetap relevan pada setiap manusia yang hidup di setiap saat.

Dulu, Sokrates telah memulai untuk berusaha melemparkan dirinya keluar dari mulut toples kehidupan masanya yang sofistis, skeptis, hedonis. Sejak itu pula ia menggugah manusia untuk menyadari ketololan dirinya sendiri (dekonstruksi), sembari mengajak mereka mengenal dirinya (rekonstruksi). Di setiap sudut Athena ia mendzikirkan "Gnoti seauton, meden agan!"Sebuah sabda tujuh filsuf Yunani Kuno yang terukir di gerbang peribadatan Apollo. Artinya,
"Kenalilah dirimu, dan jangan keterlaluan!".








© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help