cepy's posts with tag: dakwah
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
 Da’wah itu indah. Tidak mungkin orang yang terjun di dalamnya tidak
menikmatinya. Da’wah itu manis, tidak menyakitkan dan tidak ada
kelelahan di dalamnya. Dan da’wah itu membuat hidup kita bermakna.
Kita patut bersyukur karena diselamatkan Allah dan selalu dijagaNya,
hingga sampai saat ini kita masih berada disini, di jalan da’wah ini.
Bila kita tidak diperkenalkan, dituntun dan dibimbing olehNya, tentulah
hati kita tidak akan terbuka saat kita melihat teladan dari para
perintis jalan ini, yang pancaran keimanannya membuat kita terpesona,
kekuatannya melantakkan kezaliman dan kelembutannya meluluhkan
kesombongan. Kata-katanya lurus menghujamkan keyakinan, peluhnya tak
terasakan dan tak pernah lepas dari wajah-wajahnya semyum dan
kelembutan. Keteladanan yang membimbing, hingga kita akhirnya
beriltizam bahwa tidak mungkin kita hidup kecuali untuk mengabdi
padaNya. Keteladanan yang masih jauh dari gambaran diri kita saat ini.
Jalan da’wah ini panjang, kita sudah tahu, dan keberhasilan itu hanya
milik Allah adalah keyakinan yang membuat kita semakin bahagia setiap
saatnya. Kadang raga ini begitu manja, malas dan berat berangkat.
Padahal, kita menuju telaga-telaga yang penuh kedamaian, yang tiap
pertemuannya dinaungi oleh sayap-sayap malaikat. Padahal, setiap
langkah, kata-kata, contoh perbuatan, bahkan getar hati kita karena
mengingat dan menyebut namaNya mendapat balasan kebaikan. Maka
kenikmatan mana lagi yang lebih indah? Dan janji-janji yang tak
mungkin terpungkiri, yang kerap kita baca saat menekuri
kalimat-kalimatNya yang sempurna, begitu indah, besar, dan tidak
terbayangkan, hingga kita merenung, pantaskah kita yang tak sampai
sebiji atom di hamparan jagat raya ini pantas menerima keindahan
surgaNya. Maka nyatalah kezaliman dan kebodohan manusia yang menyatakan
sanggup mengemban amanah kepemimpinan dunia, amanah yang ditolak
diemban bahkan oleh gunung-gunung yang menjulang tinggi. Saat ini
kita menyadari kebodohan kita. Saat ini kita memanjatkan penyesalan
kita, bahwa di rangkaian puluhan tahun yang kita telah jalani, puluhan
persennya habis oleh kesia-siaan yang penuh kerugian, yang mengurangi
tabungan amalan kita yang sedikit sekali itu. Dari yang sedikit itu,
nol koma berapa persenkah yang ikhlas? Dari yang amat sedikit itu,
berapa persenkah yang mungkin telah diRidha-iNya? Adakah? Bisa jadi nol
mutlak. Bisa jadi belum ada satupun perbuatan kita yang diRidhai Allah..
Kita takut sekali terlempar dari jalan ini. Siapa kita bila tanpa
da’wah? Tanpa hidayahNya, kita hanyalah onggokan daging tanpa arti yang
menjadi beban bagi bumi yang tiap hari kita langkahi permukaannya.
Tanpa da’wah kita hanya sampah yang mengotori udara, mengkeruhkan air
dan merusak tanah. Tanpa da’wah kita lebih rendah dari hewan terburuk
di dunia. Dan kita rapuh sekali, kita lemah sekali, kita cengeng
sekali. sungguh kita sering sekali berkeluh kesah dan tidak bersyukur.
. padahal begitu indah nikmatNya yang kita nikmati setiap hari. Padahal
nafas kita saat ini masih begitu mudah dan tanpa biaya kita dapatkan.
Padahal jantung ini masih berdegup, otak ini masih bisa berfikir, dan
hati ini masih diberi kelurusan. Padahal mata ini masih bisa melihat.
Padahal telinga ini masih bisa mendengar. Padahal hidung ini masih bisa
mencium, dan lidah ini masih bisa merasa. Kerongkongan ini masih bisa
menelan dan kaki ini masih bisa menjejak, dan tangan ini masih bisa
menggenggam, padahal.. begitu banyak keberuntungan kita Siapa kita
bila tanpa Allah. Siapa kita bila tanpa petunjukNya?. Kita telah
dituntun untuk berada dalam keselamatan. Kita telah menikmati indahnya
hidup, kita telah ditunjuki getirnya kesesatan dan telah diberi
kemampuan untuk bisa membedakan keburukan. Sungguh, siapakah kita bila
kita tidak dijadikan seorang muslim olehNya? Kita bisa mencicipi
manisnya iman, kita telah merengkuh keberuntungan ibadah, dan kita
telah meneladani jalan petunjuk yang dicontohkan oleh para Nabi. Lihat
bagaimana kita sekarang ini telah diberi keberuntungan yang besar
dengan menjadi seorang muslim, bukan satu dari golongan yang dimurkai
dan juga bukan bagian dari golongan yang tersesat. Lihat pada masa lalu
kita, betapa hinanya kita saat itu, bila Allah tidak memberi petunjuk… Dan
kelembutan yang diberikanNya pada hati-hati kita, sungguh merupakan
keberuntungan terbesar yang amat kita syukuri, tanpanya kita hanya jadi
batu yang melukai manusia lainnya.. dan nikmat kebenaran yang
dipeliharaNya untuk selalu berada di hati kita, sungguh tak dapat kita
balas dengan apapun karena begitu mahal nilainya… sungguh seumur hidup
kita yang pendek ini tidak akan bisa kita sanggup melunasi bahkan
separuhnya saja.. betapa kita kurang bersyukur.. betapa kita amat-amat
durhaka.. betapa kita semua telah mendustaiNya… lidah kita yang
menyatakan keRidho-an untuk menjadikan hanya Ia sebagai Rabb kita,
lidah kita yang telah mengatakan keridha-an kita menjadi seorang
Muslim, padahal seberapa persenkah kita telah mengIslamkan kehidupan
kita, langkah kita, perbuatan kita, perkataan kita? Telahkah kita
menjadi hambaNya? Padahal kita begitu mudah tertipu, padahal kita
begitu mudah lalai, padahal kita gampang sekali terperdaya.. tapi tanpa
penolakan sekalipun, setiap kali kita mendekat padaNya, Ia mendekati
kita lebih jauh lagi.. Ia yang memiliki semua kemulian, mau mendekat
pada kita yang begitu kecil dan hina ini.. kita yang hanya hambaNya,
kita yang sahayaNya, kita yang kotor ini.. Rabbi.. tanpaMu kami
tersesat.. Dengan kuasaNya kita diselamatkan dari onak duri
kehidupan yang telah melukai dan membunuh keimanan banyak orang
disekitar kita. Dengan kekuatanNya, kita berkali-kali dikukuhkan lagi
setelah beratus kali terjerembab. Dengan kebesaranNya, kita menjadi
kita seperti yang sekarang ini. Dengan kuasaNya kita dipertemukan dan
disatukan dalam satu barisan yang mulia di mata manusia, yang ditakuti
mereka, yang keberadaan kita menggetarkan hati mereka, yang kesatuan
kita menggetarkan mereka.. kita yang disangka kaya raya hanya karena
tidak pernah meminta, kita yang disangka memiliki kekuatan dan daya,
hanya karena tidak pernah takut pada manusia. kita yang begitu mereka
takuti sampai kita ditangkapi, dipukuli, difitnah, dicurigai, diawasi
intel-intel dan bahkan diancam akan dirusak kehormatannya dan dibunuh.
Sebegitu takutnya mereka pada kita. Mereka tidak tahu, bahwa Allah yang
menguatkan kita, membuat kita merasa cukup, membuat kita tidak takut
pada mereka, dan membuat kita tidak mampu mereka rayu, tak mampu mereka
suap dan sulit mereka tipu, bahkan tidak mampu mereka takut-takuti. Mereka
menyangka kita pembuat makar, padahal merekalah yang meruntuhkan diri
mereka sendiri dengan mengkhianati amanah kenegaraan yang mereka
peroleh dengan kelicikan itu. Mereka menuduh kita menghancurkan
kedamaian, padahal merekalah yang memporak-porandakan bumi,
menghancurkan kemanusiaan dan menghapuskan kehidupan. mereka memanggil
kita dengan berbagai sebutan yang mereka kira berkonotasi negatif,
padahal bila mereka menekuri istilah yang mereka tempelkan pada kita
itu, niscaya mereka menarik kembali perkataannya, karena sebutan
radikal, militan dan fundamentalis tidak berefek kecuali menambah
kemuliaan nilai perjuangan kita. Dan kala panggilan jihad itu
datang, kala seruan juang itu sampai di telinga kita, tak ada
sedikitpun fitnah ciptaan mereka yang mampu mengaburkannya. Lalu dalam
sekejap berhimpunlah garnisun penegak itu, yang bergerak menelusuri
celah-celah sempit yang masih terbuka ditengah kungkungan kezaliman
yang makin menghimpit, mengharap Allah menurunkan kehancuran si zhalim
dengan tapak kaki kecil kita. Kini, telah tibalah masa itu… jangan
lah kau mundur sedikitpun. Berhimpunlah dalam barisan-barisan penyeru.
Tapi janganlah ada di jalan-jalan ini, engkau yang masih belum yakin,
janganlah ada bersama kita, siapa yang masih bingung, bimbang, ragu
atau takut. Kami persilahkan untuk yang demikian untuk berada
dipinggir. Bilapun ada dari kalian yang ingin menikmati apa yang kami
perjuangkan, Insya Allah kami akan berikan semuanya. Hanya satu yang
kami pinta, jangan dustakan Allah SWT, beribadahlah hanya padaNya.
jangan khianati Nabi Muhammad SAW, ikutilah sunnahnya dan jangan
jadikan kekagumanmu pada manusia melebihi kekagumanmu pada beliau. Dan
jangan durhaka pada kebenaran, janganlah mengambil petunjuk sebelum Al
Qur’an dan Hadits. Jangan mengerjakan larangan yang telah kau ketahui.
Jangan tidak melaksanakan petunjuk yang engkau telah dapatkan. Jangan
tidak engkau tunaikan hak anak yatim, jangan menghardik mereka, jangan
mengambil harta orang miskin, dan jangan berlaku zalim terhadap sesama
manusia. dan jangan halangi jalan kami bila kau tak ingin kami
sisihkan. Titipkan keinginanmu pada kami, maka bila benar, kan kami
coba perjuangkan. saksikan kami yang kan memberikan janji kami untuk
memperjuangkan apa yang kami cita-citakan. akan ada dari kami yang
mungkin akan Allah cabut hidayahnya, akan ada dari kami yang mungkin
akan terperdaya oleh Syaithan, akan ada dari kami yang akan tenggelam
dalam hawa nafsu kami, akan ada dari kami yang akan kau pandang lebih
buruk dari binatang terendah. Akan ada dari kami yang Allah cabut dengan
ajal yang kan sangat menakutkanmu. Akan ada dari kami yang akan
disiksa oleh manusia. akan ada dari kami yang dibunuh oleh sesama
manusia dengan cara yang keji. Telah ada dari kami yang gila, telah ada
dari kami yang cacat, telah ada dari kami yang buta, telah ada dari
kami yang dibunuh, dipenjara, divonis mati, diperkosa, disiksa,
ditelanjangi, diputuskan semua jalan nafkahnya. Karena itu banyak yang
tidak mau menjadi kami. Bila ingin mundur, tak akan kami cegah. Bila
ingin berhenti, kami do’akan semoga anda akan kembali, mungkin
menggantikan sebagian dari kami yang menjadikan dirinya dalam kehinaan.
Tapi kami berharap agar anda terus mendo’akan kami, walau dari jauh,
walau anda tidak bersama kami, semoga kebersihan anda bisa membersihkan
kami. Ya Allah jangan kau jadikan kami sebagai orang yang menipu
dirinya sendiri, jangan jadikan kami sebagai orang-orang yang rakus
akan dunia, jangan kau jadikan kenikmatan menjadi pemberat langkah kami
untuk menuju jalanmu. Jadikan kami sebagai orang-orang yang kau
selamatkan dari tipu daya dunia, jadikan kami jauh dari kemalasan,
kebakhilan, kesombongan, ujub, riya, sum’ah, khauf, dan kungkungan
hutang, dan kerangkeng manusia. Jadikan kami kuat di depan manusia,
walau kami tahu lemahnya kami di hadapanMu Ya Allah, jadikan kami
orang-orang yang
menang
| |