SIAPA MENULIS APA.........................

cepy's posts with tag: bunuh diri

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog Entry[BERITA] Cegah Bunuh Diri Oct 8, '06 9:51 AM
for everyone
Astaghfirullah, Angka Kematian bunuh diri atau percobaan bunuh diri sekarang makin meningkat. Saking besarnya jumlah kasus yang terjadi, masalah itu pun dijadikan tema utama Hari Kejiwaan Dunia alias World Mental Health Day oleh World Health Organization (WHO) yang jatuh pada Selasa, 10 Oktober lusa.

Tema bunuh diri dianggap perlu dikampanyekan pencegahannya karena di dunia ini terjadi satu kasus pada setiap 40 detik. Menurut perkiraan WHO, satu juta orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Angka percobaan bunuh diri lebih mengerikan, 20-50 juta orang setiap tahun.

Sayangnya, di Indonesia tidak ada data statistik yang bisa menunjukkan seberapa tinggi angka kematian akibat bunuh diri. Tapi tahun ini diperkirakan memang ada peningkatan.

Bila saya ambil contoh angka percobaan bunuh diri (PBD) yang dihimpun Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSU dr Soetomo bahkan menunjukkan peningkatan cukup tinggi. Pada 2005, tercatat ada 74 kasus percobaan. Pada 2006 ini, antara Januari hingga Juli, angkanya sudah mencapai 92 kasus.

Sepintas, angkanya memang hanya di kisaran puluhan, terkesan kecil. Namun kasus bunuh diri tersebut layaknya fenomena gunung es.Kasus yang terungkap sedikit, padahal yang terjadi di lapangan lebih banyak. Itu disebabkan lemahnya sistem pendataan di seluruh Indonesia.

Begitu pula dengan percobaan bunuh diri. Jumlahnya mungkin jauh lebih besar daripada yang sebenarnya terjadi.

Dari data yang dihimpun RSU dr Soetomo itu didapati bahwa di antara total 24 kasus bunuh diri di Surabaya tahun ini, 16 kasus dilakukan oleh laki-laki. Delapan sisanya dilakukan perempuan. Namun, untuk percobaan bunuh diri, yang banyak justru perempuan.

Tindakan bunuh diri yang berujung pada kematian memang sering dilakukan laki-laki. Itu merupakan fenomena dunia, bukan hanya di Indonesia. Sebab, bila seorang laki-laki bunuh diri, mereka sudah benar-benar bertekad. Tak heran, cara gantung diri banyak dipilih laki-laki. Sebab, cara tersebut merupakan tindakan tercepat menuju kematian.

Bila laki-laki lebih memilih cara gantung diri, kaum hawa lebih "menyukai" mengonsumsi bahan yang mengandung racun. Cara itu mudah ditangani. Sebab, rata-rata wanita melakukan bunuh diri untuk menarik perhatian. Niatnya tidak sebulat kaum laki-laki.

Dilihat dari segi umur, usia produktif (20-40 tahun) mendominasi kasus percobaan bunuh diri. Pada usia tersebut, seseorang rentan mengalami persoalan dalam hidupnya.

Dia menjelaskan, dari data intoksikasi (keracunan) yang masuk ke IRD, 70 persen disebabkan keracunan obat serangga, obat-obatan dengan dosis tinggi, racun tikus, dan bahan pembersih lantai. Seseorang yang mengonsumsi bahan-bahan tersebut tentu bermotif untuk bunuh diri.

Banyak korban percobaan bunuh diri yang tidak dilarikan ke rumah sakit atau ke dokter. Pertama, mungkin anggota keluarga malu atas perbuatan tersebut. Kedua, percobaan yang dilakukan belum berakibat fatal.

Banyak yang melakukan percobaan bunuh diri hanya untuk menarik perhatian. Orang-orang seperti itu justru harus segera mendapatkan pertolongan. Sebab, tindakan tersebut bisa diulanginya.

Hampir 80 persen orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri akan mencoba mengulanginya di kemudian hari. Hal itu khususnya terjadi pada orang-orang dengan kepribadian kurang matang, impulsif, dan introvert (menutup diri).

Penyebab bunuh diri sangatlah kompleks. Ada perbedaan yang signifikan soal alasan bunuh diri di negara-negara Barat dan di negara berkembang. Di Barat, bunuh diri banyak terjadi karena kecanduan alkohol, obat-obat terlarang, dan seputar persoalan pribadi.

Di negara berkembang, bunuh diri banyak disebabkan faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Penyebabnya lebih kompleks.

Pilihan tema pencegahan bunuh diri pada Hari Kejiwaan Dunia Selasa nanti merupakan pilihan yang pas. Sangat cocok, khususnya untuk negara-negara seperti Indonesia. Indonesia ini bukan hanya mengalami keterpurukan ekonomi, tapi juga merasakan terjadinya pergeseran nilai-nilai sosial.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help