Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Dan orang-orang menyakiti
orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat,
maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.
(Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 58)
An-namiemah
adalah menyampaikan perkataan seseorang atau menceritakan
keadaan seseorang atau mengabarkan pekerjaan kepada orang lain
dengan maksud mengadu domba antara keduanya atau merusakkan
hubungan baik antara mereka atau memfitnah.
Sebab An-namiemah
1.
Iri terhadap teman atau tetangga yang sukses dan dirinya
belum;
2.
Menonjolkan dirinya sendiri;
3.
Sempitnya pengetahuan agama dan budi pekerti;
4.
Nifaq
Hukum:
Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Tidak akan masuk
surga orang yang mengadu domba”.
Akibat : dapat memutuskan tali silaturrahmi;
memperbanyak musuh.
Sikap :
Bila kamu didatangi seseorang dengan membawa
kabar yang bertendensi memburukkan orang lain, hendaklah kamu
bersikap:
1.
Tidak mempercayai kabar itu;
2.
Laranglah dia dan berilah nasihat bahwa pekerjaan itu
tidak baik;
3.
Jangan kamu menyangka buruk terhadap teman yang
diberitakan;
4.
Jangan juga engkau mencontoh perbuatan itu.
Bahaya: mencelakakan orang lain dan dirinya, baik secara fisik maupun
psikis.
Solusi: Nabi bersabda: “Barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang
benar atau diam”.