
RUNTUH: Searah jarum jam, pergerakan gunung es B-15A dari sebelum sampai hancur.
Hampir bersamaan terjadi fenomena alam yang bertolak belakang di Alaska, kemarin. Pada saat pancaran cahaya di langit yang dikenal dengan aurora terlihat paling elok dalam dua hari terakhir, terjadi bencana hancurnya salah satu gunung es terbesar di Antartika, sekitar 817 kilometer di utara Alaska.
Peneliti di Geophysical Institute Universitas Alaska Fairbank, Dirk Lummerzheim menyebutkan, aurora yang sebetulnya aktivitas matahari yang menghasilkan pantulan awan magnetik ke bumi terlihat memanjang selama 24 jam. Cahaya dari utara itu menghiasi langit dengan warna merah dan hijau, mulai Alaska sampai Arizona.
Sayangnya, badai Antartika yang membuat aurora itu pula yang meruntuhkan gunung es terbesar di Antartika. Peneliti cuaca di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan melalui foto satelit tentang adanya gunung es yang diberi nama B15A bergeser posisi, lalu terbelah dua dan hancur dalam tempo enam hari.
Douglas MacAyeal dari University of Chicago menyebutkan, hancurnya gunung es itu akan mengubah iklim di Amerika Utara. Tidak bisa disangkal lagi pemanasan global membuat es di Antartika mencair dan dalam jangka panjang akan mengancam kehidupan di bumi.