| |
cepy's posts with tag: agama
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Mereka yang sekuler berusaha untuk memisahkan agama dari kehidupan
sehari-hari. Mereka yang marxis sama sekali melarang agama. Mengapa
mereka melakukan hal-hal tersebut? Kemungkinan besarnya adalah karena
kebanyakan dari mereka sama sekali kehilangan petunjuk tentang tuntunan
apa yang datang dari Tuhan. Entah mereka dibutakan oleh minimnya
informasi yang mereka dapatkan, atau mereka memang menutup diri dari
segala hal yang berhubungan dengan Tuhan. Alasan yang seringkali
mereka kemukakan adalah agama memicu perbedaan. Perbedaan tersebut
menimbulkan konflik. Mereka memiliki orientasi yang terlalu besar pada
pemenuhan kebutuhan untuk bersenang-senang, sehingga mereka tidak mau
mematuhi ajaran agama yang melarang mereka melakukan hal yang
menurutnya menghalangi kesenangan mereka, dan mereka merasionalisasikan
perbuatan irasional mereka itu dengan justifikasi sosial-intelektual.
Mereka menganggap segi intelektual ataupun sosial memiliki nilai
keberhargaan yang lebih. Akibatnya, mereka menutup indera penangkap
informasi yang mereka miliki dan hanya mengandalkan intelektualitas
yang serba terbatas. Mereka memahami dunia dalam batas rasio
saja. Logika yang mereka miliki begitu terbatasnya, hingga abstraksi
realita yang bersifat supra-rasional tidak mereka akui. Dan hasilnya,
mereka terpenjara dalam realitas yang serba empiri. Semua harus terukur
dan terhitung. Walaupun mereka sampai sekarang masih belum memahami
banyaknya fungsi alam yang bekerja dalam mekanisme supra rasional,
keterbatasan kerangka berpikir yang mereka miliki menegasikan semua hal
yang tidak dapat ditangkap secara inderawi. Padahal, pembatasan
diri dalam realita yang hanya bersifat empiri hanya akan membatasi
potensi manusia itu sendiri. Dan hal ini menegasikan tujuan hidup yang
selama ini diagungkan para penganut realita rasio-saja, yaitu
aktualisasi diri dan segala potensinya. Agama, dengan sandaran
yang kuat pada realitas supra rasional, membebaskan manusia untuk
mengambil segala hal yang terbaik yang dapat dihasilkannya dalam hidup.
Semua-apakah hal itu bersifat empiri-terukur, maupun yang belum dapat
diukur. Empirisme bukanlah suatu hal yang ditolak agama. Agama yang
benar, yang bersifat universal, mencakup segi intelektual yang luas,
yang diantaranya adalah empirisme. Agama tidak mereduksi
intelektualitas manusia dengan membatasi kuantitas maupun kualitas
suatu idea. Agama yang benar, memberi petunjuk pada manusia tentang
bagaimana potensi manusia dapat dikembangkan dengan sebesar-besarnya.
Dan sejarah telah membuktikan hal tersebut. Kesalahan yang dibuat
para penilai agama-lah yang kemudian menyebabkan realita ajaran ideal
ini menjadi terlihat buruk. Beberapa peristiwa sejarah yang menonjol
mereka identikan sebagai kesalahan karena agama. Karena keyakinan pada
ajaran agama. Padahal, kerusakan yang ditimbulkan adalah justru karena
jauhnya orang dari ajaran agama. Kerusakan itu timbul saat agama-yang
mengajarkan kemuliaan- disalahgunakan oleh manusia pelaksananya untuk
mencapai tujuan yang terlepas dari ajaran agama itu sendiri, terlepas
dari pelaksanaan keseluruhan dimensinya.
| | |
|
|